Dalam bahasa Jepang, kata kerja (doushi 動詞 ) sangat fleksibel dan dapat berubah bentuk (konjugasi) tergantung pada waktu (sekarang/lampau), tingkat kesopanan, atau makna yang ingin disampaikan. Mungkin pada awalnya konjugasi ini terlihat rumit, namun sebenarnya sangat logis dan berpola!
Pada tutorial ini, kita akan membongkar rahasia pengelompokan kata kerja dan bagaimana cara merubah bentuknya sesuai pola yang berlaku. Mari kita mulai!
3 Kelompok Utama Kata Kerja
Sebelum belajar mengubah bentuk kata kerja, langkah pertama yang wajib dikuasai adalah mengenali kelompok kata kerja. Dalam tata bahasa Jepang, kata kerja dibagi menjadi tiga kelompok besar.
Grup 1: Kata Kerja Godan (五段動詞 - Godan Doushi)
Kelompok pertama adalah Godan. Ciri khas kata kerja Godan dalam bentuk kamus (bentuk dasar) adalah berakhiran dengan bunyi suku kata berakhiran huruf vokal u. Suku kata akhiran tersebut meliputi: u, tsu, ru, nu, bu, mu, ku, gu, su.
Contoh Kata Kerja Godan:
| Kata Kerja | Cara Baca | Arti |
|---|---|---|
| 買 う | Kau | Membeli |
| 待 つ | Matsu | Menunggu |
| 作 る | Tsukuru | Membuat |
| 死 ぬ | Shinu | Mati |
| 遊 ぶ | Asobu | Bermain |
| 飲 む | Nomu | Minum |
| 書 く | Kaku | Menulis |
| 泳 ぐ | Oyogu | Berenang |
| 話 す | Hanasu | Berbicara |
Grup 2: Kata Kerja Ichidan (一段動詞 - Ichidan Doushi)
Kelompok kedua adalah Ichidan. Ciri khas utamanya adalah selalu berakhiran dengan huruf ru (る), dan huruf sebelum “ru” memiliki bunyi vokal i atau e.
Contoh Kata Kerja Ichidan:
| Kata Kerja | Cara Baca | Arti |
|---|---|---|
| 見 る | Miru | Melihat |
| 起 きる | Okiru | Bangun |
| 食 べる | Taberu | Makan |
| 寝 る | Neru | Tidur |
⚠️ Hati-hati Pengecualian
Ada beberapa kata kerja yang bentuknya mirip Grup 2 (berakhiran -iru/-eru), tetapi sebenarnya masuk dalam Grup 1 (Godan). Contohnya: 帰 る (Kaeru / Pulang), 入 る (Hairu / Masuk), 切 る (Kiru / Memotong), dan 走 る (Hashiru / Berlari). Kata-kata ini harus dihafal secara khusus!
Grup 3: Kata Kerja Irreguler (不規則動詞 - Fukisoku Doushi)
Grup ketiga ini adalah yang paling mudah dihafal karena hanya memiliki dua anggota, yaitu kata kerja yang berarti “melakukan” dan “datang”. Cara konjugasinya tidak memiliki aturan logis alias tidak beraturan, sehingga harus dihafal murni.
- 来 る (Kuru) = Datang
- する (Suru) = Melakukan
Kata suru sering digabungkan dengan kata benda untuk membentuk kata kerja baru (disebut kata kerja gabungan). Contohnya:
- 勉強 (Benkyou - Belajar) + する = 勉強 する (Melakukan kegiatan belajar)
Dasar-dasar Perubahan Bentuk (Konjugasi)
Setelah mengetahui ketiga kelompok di atas, mari kita lihat bagaimana cara mengubahnya menjadi bentuk-bentuk yang sering digunakan!
1. Bentuk Masu (〜ます)
Bentuk ini adalah bentuk sopan (formal) dari kata kerja. Digunakan saat berbicara dengan atasan, orang yang baru dikenal, atau dalam konteks umum yang sopan.
Aturan Perubahan:
- Grup 1 (Godan): Ubah bunyi akhiran ~u menjadi bunyi ~i, lalu tambahkan ます (masu).
- 書 く (kaku) → 書 きます (kakimasu)
- 飲 む (nomu) → 飲 みます (nomimasu)
- Grup 2 (Ichidan): Cukup buang る (ru) di akhir, lalu ganti dengan ます (masu).
- 食 べる (taberu) → 食 べます (tabemasu)
- 見 る (miru) → 見 ます (mimasu)
- Grup 3 (Irreguler): Dihafal.
- 来 る (kuru) → 来 ます (kimasu)
- する (suru) → します (shimasu)
2. Bentuk Nai (〜ない)
Bentuk ini adalah bentuk negatif santai (kasual). Artinya “Tidak melakukan…”.
Aturan Perubahan:
- Grup 1 (Godan): Ubah bunyi akhiran ~u menjadi bunyi ~a, lalu tambahkan ない (nai).
- 書 く (kaku) → 書 かない (kakanai)
- 読 む (yomu) → 読 まない (yomanai)
- (Pengecualian khusus: jika diakhiri huruf vokal ‘u’ biasa seperti 買 う / kau, huruf u diubah menjadi wa, BUKAN a. Jadi: 買 わない / kawanai).
- Grup 2 (Ichidan): Cukup buang る (ru) di akhir, ganti dengan ない (nai).
- 食 べる (taberu) → 食 べない (tabenai)
- Grup 3 (Irreguler): Dihafal.
- 来 る (kuru) → 来 ない (konai)
- する (suru) → しない (shinai)
3. Bentuk Te (〜て)
Ini adalah bentuk konjugasi tingkat lanjut pertama yang sangat serbaguna! Bentuk Te (Te-form) digunakan untuk membuat kalimat perintah/permintaan tolong, menggabungkan beberapa kata kerja sekaligus, hingga menyatakan aktivitas yang sedang berlangsung.
Aturan Perubahan:
- Grup 1 (Godan): Bergantung pada huruf akhirannya.
- Akhiran u, tsu, ru → Ubah menjadi って (tte). Contoh: 買 う (kau) → 買 って (katte)
- Akhiran mu, bu, nu → Ubah menjadi んで (nde). Contoh: 飲 む (nomu) → 飲 んで (nonde)
- Akhiran ku → Ubah menjadi いて (ite). Contoh: 書 く (kaku) → 書 いて (kaite). (Kecuali 行 く/iku yang menjadi 行 って / itte)
- Akhiran gu → Ubah menjadi いで (ide). Contoh: 泳 ぐ (oyogu) → 泳 いで (oyoide)
- Akhiran su → Ubah menjadi して (shite). Contoh: 話 す (hanasu) → 話 して (hanashite)
- Grup 2 (Ichidan): Cukup buang る (ru) di akhir, ganti dengan て (te).
- 食 べる (taberu) → 食 べて (tabete)
- Grup 3 (Irreguler): Dihafal.
- 来 る (kuru) → 来 て (kite)
- する (suru) → して (shite)
Tabel Ringkasan (Lembar Sontekan)
Berikut adalah ringkasannya. Simpan dan perhatikan baik-baik, karena ini adalah tulang punggung seluruh tata bahasa Jepang kamu ke depannya!
| Bentuk Kamus | Grup | Masu-form (Sopan) | Nai-form (Negatif Kasual) | Te-form (Merangkai) |
|---|---|---|---|---|
| 飲 む (nomu) | Godan | 飲 みます (nomimasu) | 飲 まない (nomanai) | 飲 んで (nonde) |
| 買 う (kau) | Godan | 買 います (kaimasu) | 買 わない (kawanai) | 買 って (katte) |
| 書 く (kaku) | Godan | 書 きます (kakimasu) | 書 かない (kakanai) | 書 いて (kaite) |
| 話 す (hanasu) | Godan | 話 します (hanashimasu) | 話 さない (hanasanai) | 話 して (hanashite) |
| 食 べる (taberu) | Ichidan | 食 べます (tabemasu) | 食 べない (tabenai) | 食 べて (tabete) |
| 見 る (miru) | Ichidan | 見 ます (mimasu) | 見 ない (minai) | 見 て (mite) |
| 来 る (kuru) | Irreguler | 来 ます (kimasu) | 来 ない (konai) | 来 て (kite) |
| する (suru) | Irreguler | します (shimasu) | しない (shinai) | して (shite) |
Kesimpulan
Bentuk konjugasi kata kerja adalah inti dari pembentukan berbagai macam rumus tata bahasa di Jepang (JLPT N5 hingga N1 bertumpu pada ini). Selalu ingat 3 grup utamanya, perhatikan pengecualian pada beberapa kosa kata yang berakhiran ~iru/~eru namun merupakan kategori Godan, dan terus praktikkan mengubah kata sambung di otakmu agar semakin lancar!
Jika kamu belum memiliki perbendaharaan kosakatanya, silakan pelajari daftar esensial 100 Kata Kerja Bahasa Jepang Sehari-hari!