Arti

ギャーギャー (gyaagyaa) adalah 擬音語(ぎおんご) (kata tiruan bunyi) yang menggambarkan:

  1. Suara Teriakan Bising: Jeritan histeris manusia (terutama anak kecil atau wanita) atau hewan (burung/kucing).
  2. Keluhan/Omelan Berisik: Mengomel, protes, atau merengek dengan suara tinggi dan terus-menerus yang mengganggu telinga.

Nuansanya adalah “berisik, melengking, dan menjengkelkan”. Sering digunakan untuk mendeskripsikan situasi yang kacau atau orang yang tidak bisa diam.


Pola Penggunaan

PolaContohArti
ギャーギャー() (あか) ちゃんがギャーギャー() Bayi menangis histeris (nguik-nguik)
ギャーギャー(さわ) () (ぱら) いがギャーギャー(さわ) Pemabuk bikin keributan bising
ギャーギャー() すぐにギャーギャー() Jangan langsung ngomel-ngomel berisik
ギャーギャーうるさい(とり) ギャーギャーうるさいBurung berkicau (krsak-krusuk) berisik

⚠️ Catatan: Kata ini memiliki konotasi negatif. Mengatakan seseorang “gyaagyaa” berarti Anda merasa terganggu oleh suaranya.


Penggunaan Singkat

JepangRomajiArti
ギャーギャー(わめ) くな!Gyaagyaa wameku na!Jangan teriak-teriak (berisik)!
(となり) ギャーギャーうるさい。Tonari ga gyaagyaa urusai.Tetangga sebelah berisik banget.
カラスがギャーギャー() いている。Karasu ga gyaagyaa naite iru.Burung gagak berkoak-koak.

Kata Sejenis: わあわあ (suara tangisan keras/keramaian - lebih ke volume), ガミガミ (mengomel/memarahi - fokus ke isi omelan), ピーピー (suara cicitan/rengekan lemah tapi berisik), キャンキャン (anjing menggonggong melengking/orang histeris).


Contoh Kalimat

1. Anak Kecil Menangis/Minta Mainan 🧸

Jepang:

デパートで 子供(こども) がオモチャが() しいとギャーギャー() きわめいていた。

Romaji:

Depaato de kodomo ga omocha ga hoshii to gyaagyaa nakiwameite ita.

Indonesia:

Di department store, ada anak kecil yang menangis histeris (jerit-jerit) minta dibelikan mainan.

💡 Berbeda dengan ogyaa-ogyaa (suara bayi baru lahir yang wajar) atau en-en (menangis sedih), ギャーギャー menggambarkan tangisan “tantrum” yang memekakkan telinga dan membuat orang sekitar merasa tidak nyaman atau malu.


2. Pertengkaran/Protes 🗣️

Jepang:

(ちい) さなことでいつもギャーギャー 文句(もんく) () ってくる 上司(じょうし) にうんざりだ。

Romaji:

Chiisana koto de itsumo gyaagyaa monku o itte kuru joushi ni unzari da.

Indonesia:

Aku muak dengan atasan yang selalu ngomel-ngomel berisik soal hal sepele.

💡 Dalam konteks ini, gyaagyaa mirip dengan gamigami, tapi gyaagyaa lebih menekankan pada nada suara yang tinggi dan “cempreng” yang tidak enak didengar, seolah-olah seperti suara binatang yang ribut.


3. Hewan Liar (Burung/Monyet) 🐦

Jepang:

(あさ) からカラスがギャーギャー() いていて、() () めてしまった。

Romaji:

Asa kara karasu ga gyaagyaa naite ite, me ga samete shimatta.

Indonesia:

Dari pagi burung gagak sudah berkoak-koak (berisik), aku jadi terbangun.

💡 Suara gagak (kaa-kaa) kadang bisa berubah menjadi ギャーギャー saat mereka berkelahi atau merasa terancam. Begitu juga dengan kucing yang bertengkar (fugyaa!) atau monyet. Ini adalah suara alam yang dianggap “polusi suara” (souon).


Contoh Percakapan

Percakapan 1: Tetangga Berisik 🏠

[Dua orang sedang mengobrol di depan rumah]

SpeakerKalimat
A昨日(きのう) (よる) 、すごくうるさくなかった?
(Kinou no yoru, sugoku urusakunakatta?)
Semalam berisik banget nggak sih?
Bああ、(となり) 夫婦(ふうふ) 喧嘩でしょ?
(Aa, tonari no fuufugenka desho?)
Oh, pertengkaran suami istri sebelah kan?
Aそうそう。(おく) さんがずっとギャーギャー(さけ) んでて、 警察(けいさつ) 呼ぼうかと思ったよ。
(Sou sou. Okusan ga zutto gyaagyaa sakendete, keisatsu yobou ka to omotta yo.)
Iya bener. Istrinya teriak-teriak histeris terus, aku hampir mau panggil polisi lho.
Bあの(こえ) (ひび) くもんね。
(Ano koe wa hibiku mon ne.)
Suaranya emang melengking banget sih ya.
\n💡 ギャーギャー sering diasosiasikan dengan suara wanita atau anak-anak karena frekuensinya yang tinggi. Untuk suara laki-laki yang berat dan marah, biasanya menggunakan donaru (membentak) atau gamigami.

Percakapan 2: Mengelola Kelas 🏫

[Di ruang guru]

SpeakerKalimat
Guru A先生(せんせい) のクラス、いつも(しず) かですね。どうやって 指導(しどう) してるんですか?
(Sensei no kurasu, itsumo shizuka desu ne. Douyatte shidou shiteru n desu ka?)
Kelas Anda selalu tenang ya. Gimana cara ngajarnya?
Guru Bいや、 最初(さいしょ) はみんなギャーギャー(さわ) いで 大変(たいへん) でしたよ。
(Iya, saisho wa minna gyaagyaa sawaide taihen deshita yo.)
Wah nggak juga, awalnya mereka semua ribut kayak pasar, repot banget.
Guru Aえ、そうですか?(いま) 全然(ぜんぜん) そんなことないのに。
(E, sou desu ka? Ima wa zenzen sonna koto nai noni.)
Eh, masa? Sekarang nggak kelihatan gitu sama sekali.
Guru B掃除(そうじ) 時間(じかん) (あそ) んでたら 本気(ほんき) (おこ) りましたから。
(Souji no jikan ni asondetara honki de okorimashita kara.)
Soalnya waktu mereka main pas jam piket, saya marah beneran.
\n💡 Suara murid-murid SD yang berlarian dan berteriak tak terkendali saat jam istirahat atau jam kosong sering digambarkan dengan ギャーギャー. Ini menunjukkan energi yang meluap-luap tapi tidak terarah.

Tips & Trivia 💡

1. Perbedaan dengan Waa-Waa (わあわあ)

Meskipun sama-sama suara berisik, ada perbedaan nuansa:

  • Waawaa: Bisa positif (sorakan penonton stadion), bisa netral (keramaian pasar), bisa negatif (tangisan keras). Fokus pada “volume suara yang besar dan ramai”.
  • Gyaagyaa: Hampir selalu negatif. Fokus pada “kualitas suara yang memekakkan telinga (melengking)” dan “kekacauan emosional”. Anda tidak akan bilang penonton konser “gyaagyaa” kecuali mereka sedang panik atau rusuh.

2. Ungkapan “Gyaagyaa Iu” (ギャーギャー言う)

Ini adalah idiom yang sangat umum untuk “mengeluh” atau “komplain”.

  • “Gyaagyaa iuna!” = Berhenti mengeluh! / Berisik lu!
  • “Gyaagyaa sawagu hodo no koto ja nai” = Ini bukan masalah besar yang perlu diributkan (sampai heboh).

3. Asal Kata

Kata ini berasal dari tiruan bunyi jeritan “GYAAA!” (ぎゃー!). Dalam komik horor Jepang, efek suara “GYAAA” sering dipakai saat karakter melihat hantu atau dibunuh. Jadi, ギャーギャー adalah bentuk perulangan dari jeritan ketakutan atau kesakitan tersebut, yang kemudian meluas maknanya menjadi segala suara tinggi yang tidak menyenangkan.