Daftar 2136 Jōyō Kanji Lengkap
Ada berapa kanji Jepang? Berikut daftar lengkap 2.136 kanji resmi yang diajarkan dari SD hingga SMA di Jepang — lengkap dengan cara baca, arti, dan contoh penggunaan.
Berikut ini adalah daftar lengkap Jōyō Kanji (常用漢字), yaitu 2136 karakter kanji yang ditetapkan oleh Kemendikbud Jepang pada tahun 2010 sebagai karakter umum yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, pemerintahan, dan pemberitaan.
Daftar Jōyō Kanji terdiri dari 2.136 karakter yang terbagi menjadi dua kelompok utama: 1.006 Kyoiku Kanji (教育漢字) untuk tingkat Sekolah Dasar, serta 1.130 karakter tambahan untuk tingkat Menengah dan Atas.
Daftar ini mencakup seluruh kanji kurikulum sekolah Jepang sekaligus mayoritas materi ujian JLPT (N5–N1). Setiap halaman menyediakan:
Sebagai referensi tambahan, terdapat tautan ke 251 Jinmeiyō Kanji (kanji nama). Meskipun tidak termasuk dalam daftar Jōyō, karakter-karakter ini sering muncul pada tingkat JLPT N1 & N2.
❓ Pertanyaan Umum tentang Kanji
Ada berapa huruf kanji Jepang?
Secara total, terdapat lebih dari 50.000 karakter kanji yang pernah tercatat. Namun, pemerintah Jepang menetapkan 2.136 karakter Jōyō Kanji (常用漢字) sebagai kanji umum yang wajib dipelajari di sekolah dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, media, serta dokumen resmi.
Berapa kanji yang diajarkan di sekolah dasar Jepang?
Anak-anak di sekolah dasar Jepang mempelajari 1.006 Kyōiku Kanji (教育漢字) selama 6 tahun — mulai dari 80 kanji di kelas 1 hingga 181 kanji di kelas 6. Kanji ini merupakan bagian dari daftar Jōyō Kanji yang lebih luas.
Berapa kanji yang dibutuhkan untuk JLPT?
Kebutuhan kanji untuk setiap level JLPT diperkirakan sebagai berikut: N5 (~100 kanji), N4 (~300 kanji), N3 (~650 kanji), N2 (~1.000 kanji), dan N1 (~2.000 kanji). Daftar di halaman ini mencakup seluruh kanji yang relevan untuk semua level JLPT.
Apa fungsi huruf kanji?
Huruf kanji berfungsi untuk membedakan makna kata yang memiliki pelafalan sama (homonim), mempersingkat penulisan karena satu karakter bisa mewakili satu konsep utuh, serta mempercepat pemahaman bacaan karena pembaca bisa menangkap arti secara visual tanpa harus membaca per suku kata.