Pengantar
Dalam bahasa Jepang, konsep “ada” dibagi menjadi dua kata kerja berbeda: arimasu dan imasu. Bagi pelajar JLPT N5, ini adalah fondasi penting karena pemilihan bentuk yang salah bisa membuat kalimat terdengar tidak alami.
Secara sederhana:
- Arimasu (あります) dipakai untuk benda mati, konsep abstrak, dan hal yang tidak bergerak atas kehendak sendiri.
- Imasu (います) dipakai untuk makhluk hidup yang bergerak dengan kemauan sendiri.
Dengan memahami pola ini sejak awal, Anda akan lebih mudah membentuk kalimat lokasi, kepemilikan, dan deskripsi keadaan sehari-hari.
Rumus Pembentukan
Rumus paling umum untuk menyatakan keberadaan:
Contoh pola:
- 机 の 上 に 本 があります。
- 庭 に 猫 がいます。
- 私 は 兄弟 がいます。
Penjelasan Detail & Nuansa
Arimasu (あります): benda mati, tumbuhan, dan konsep abstrak
Gunakan arimasu untuk:
- Benda mati: buku, meja, kunci, mobil.
- Tumbuhan: pohon, bunga, rumput.
- Hal abstrak: janji, acara, waktu, masalah.
Imasu (います): manusia dan hewan
Gunakan imasu untuk:
- Manusia: guru, teman, keluarga.
- Hewan: kucing, anjing, burung, ikan.
- Makhluk yang dipersepsikan berkehendak (misalnya hantu dalam konteks cerita).
Nuansa kehendak (volition)
Aturan dasar “hidup vs tidak hidup” cukup untuk N5. Namun dalam penggunaan nyata, penutur asli juga mempertimbangkan unsur kehendak bergerak.
Contoh area abu-abu:
- Robot: robot mekanis cenderung
arimasu, tetapi robot humanoid dalam cerita bisaimasu. - Taksi yang sedang beroperasi: kadang terdengar
imasukarena ada supir yang berkehendak. - Mayat: secara tata bahasa dasar dianggap benda sehingga
arimasu.
Untuk pemula, gunakan aturan inti terlebih dahulu agar konsisten: benda mati arimasu, makhluk hidup imasu.
Perbandingan Pola Serupa
Jika Anda ingin fokus pada pola baku untuk tiap jenis objek, lihat juga:
Selain itu, perhatikan fungsi partikel lokasi:
- に : Partikel (Waktu/Lokasi/Target) dipakai untuk menunjukkan titik keberadaan.
- で : Partikel (Di/Dengan) dipakai untuk tempat aktivitas.
Kesalahan Umum (Pitfall)
Menggunakan arimasu untuk manusia atau hewan.
- Salah: Tomodachi ga arimasu.
- Benar: Tomodachi ga imasu.
Menggunakan imasu untuk benda mati biasa.
- Salah: Kagi ga imasu.
- Benar: Kagi ga arimasu.
- Keberadaan: 教室 に 学生 がいます。
- Aktivitas: 教室 で 勉強 します。
Menghilangkan partikel
がpada tulisan formal/ujian.- Dalam percakapan santai bisa dipangkas, tetapi untuk jawaban JLPT gunakan pola lengkap.
Catatan Ujian JLPT
Untuk soal N5, strategi paling aman:
- Identifikasi dulu objeknya: hidup atau tidak hidup.
- Tentukan partikel lokasi:
- Cek ulang pasangan pola:
- Benda mati/abstrak/tumbuhan:
arimasu - Manusia/hewan:
imasu
- Benda mati/abstrak/tumbuhan:
FAQ
1) Apa itu arimasu dan imasu?
Arimasu dan imasu adalah dua kata kerja bahasa Jepang untuk menyatakan keberadaan. Arimasu dipakai untuk benda mati, sedangkan imasu dipakai untuk makhluk hidup.
2) Kapan saya harus memakai arimasu?
Gunakan arimasu saat objeknya tidak bergerak dengan kehendak sendiri, seperti buku, meja, kunci, tumbuhan, dan konsep abstrak seperti janji atau acara.
3) Kapan saya harus memakai imasu?
Gunakan imasu untuk manusia dan hewan karena keduanya dianggap makhluk hidup yang memiliki kemauan sendiri.
4) Apa bedanya partikel ni dan de pada topik ini?
Ni digunakan untuk menunjukkan titik keberadaan, sedangkan de digunakan untuk tempat terjadinya aktivitas. Untuk pola arimasu/imasu, yang dipakai umumnya adalah ni.
5) Apakah tumbuhan memakai arimasu atau imasu?
Dalam tata bahasa dasar Jepang, tumbuhan memakai arimasu karena tidak bergerak bebas dengan kehendaknya sendiri.
6) Apakah ada pengecualian penggunaan arimasu dan imasu?
Ada beberapa nuansa kontekstual, misalnya robot humanoid atau kendaraan yang dipersonifikasikan. Namun untuk tingkat JLPT N5, gunakan aturan dasar hidup versus benda mati agar aman.
Contoh Kalimat
Kesimpulan
Perbedaan arimasu dan imasu adalah materi inti JLPT N5 yang harus dikuasai sejak awal. Gunakan arimasu untuk benda mati, tumbuhan, dan hal abstrak; gunakan imasu untuk manusia dan hewan. Setelah itu, pastikan pasangan partikelnya tepat, terutama ni untuk keberadaan.
Jika Anda konsisten memakai pola ini, kalimat bahasa Jepang akan terdengar jauh lebih natural, rapi, dan siap untuk kebutuhan ujian maupun komunikasi sehari-hari.