Pengantar
Pola ことになる dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu “menjadi demikian” karena keputusan, aturan, atau keadaan dari luar diri penutur. Dalam bahasa Indonesia, terjemahan yang sering dipakai adalah “diputuskan bahwa…”, “jadinya…”, atau “berarti…”.
Di level N3, pola ini penting karena sering dibandingkan dengan ことにする. Perbedaannya mendasar: ことにする adalah keputusan dari penutur sendiri, sedangkan ことになる adalah keputusan/hasil yang datang dari luar atau dari logika situasi.
Rumus Pembentukan
- Kata kerja bentuk kamus + ことになる
- Kata kerja bentuk negatif + ことになる
- Bentuk status aturan: ことになっている
Contoh bentuk:
- 転勤 することになる
- 参加 しないことになる
- 会議 は 延期 になることになっている
Penjelasan Detail & Nuansa
1. Keputusan Eksternal
Sering dipakai untuk pengumuman, kebijakan, jadwal resmi, atau aturan lembaga.
2. Konsekuensi Logis
Bisa dipakai untuk menyimpulkan hasil: “kalau begitu, berarti …”.
3. Bentuk Kebiasaan/Aturan
ことになっている menandakan aturan yang sudah berlaku secara umum.
4. Perbedaan dengan ことにする
Jika penutur yang memutuskan sendiri, gunakan ことにする.
Strategi Penggunaan Pola
Untuk latihan, tulis dua versi kalimat dari situasi yang sama: versi keputusan pribadi (ことにする) dan versi keputusan eksternal (ことになる). Perbandingan langsung ini sangat efektif untuk memperkuat intuisi.
Saat reading, perhatikan subjek yang “mengambil keputusan”. Jika subjeknya sistem, sekolah, perusahaan, atau keadaan, biasanya ことになる lebih tepat.
Dalam speaking formal, pola ini membantu menyampaikan pengumuman dengan jelas tanpa terdengar subjektif.
Perbandingan Pola Serupa
| Pola | Fokus | Contoh |
|---|---|---|
| ことになる | keputusan luar / konsekuensi | 行 くことになる |
| ことにする | keputusan sendiri | 行 くことにする |
| ことになっている | aturan yang berlaku | 禁煙 することになっている |
Perbedaan ini sering jadi inti jawaban pada soal grammar JLPT.
Kesalahan Umum (Pitfall)
Menukar ことになる dengan ことにする. Lihat sumber keputusan: dari diri sendiri atau dari luar.
Menganggap pola ini selalu tentang aturan resmi. Pola ini juga bisa menyatakan konsekuensi logis dalam percakapan.
Lupa bentuk progresif ことになっている. Bentuk ini penting untuk menyatakan ketentuan yang berlaku.
Menerjemahkan terlalu literal. Kadang terjemahan alami dalam Indonesia adalah “jadinya” atau “berarti”.
Catatan Tambahan Penggunaan
Dalam dokumen formal, ことになっている sering dipakai untuk menyatakan kebijakan yang sudah mapan. Nuansa kalimat menjadi lebih objektif karena fokusnya ada pada aturan, bukan preferensi individu.
Selain itu, pola ini sangat efektif untuk menyimpulkan dampak logis dari sebuah premis. Saat Anda menemukan pola syarat di awal kalimat, bagian ことになる sering berfungsi sebagai kesimpulan akhir. Melatih pola sebab-kesimpulan seperti ini akan meningkatkan akurasi reading, terutama pada teks argumentatif JLPT.
Dalam rapat atau pengumuman resmi, pola ini juga membantu menyampaikan keputusan tanpa menonjolkan siapa yang memerintah. Nuansa seperti ini penting dalam bahasa profesional Jepang karena terdengar lebih netral, lebih sopan, dan lebih mudah diterima semua pihak.
FAQ
Apa itu pola ことになる (Koto ni naru)?
Pola ことになる (Koto ni naru) adalah pola tata bahasa Jepang level N3 yang dipakai sesuai fungsi konteks kalimat.
Kapan pola ことになる (Koto ni naru) digunakan?
Pola ことになる (Koto ni naru) digunakan saat konteks kalimat membutuhkan makna inti sesuai rumus pembentukannya.
Apa nuansa utama pola ことになる (Koto ni naru) dalam kalimat?
Nuansa utama pola ことになる (Koto ni naru) biasanya terlihat dari hubungan antarklausa dan posisi pola di kalimat.
Apa kesalahan umum saat memakai pola ことになる (Koto ni naru)?
Kesalahan umum adalah menukar pola serupa, salah bentuk akhir, atau salah membaca konteks penggunaannya.
Bagaimana cara cepat menguasai pola ことになる (Koto ni naru) untuk JLPT N3?
Cara cepatnya adalah mengelompokkan contoh, membandingkan pola serupa, lalu berlatih soal reading dan grammar secara rutin.
Percakapan Singkat
Contoh Kalimat
Kesimpulan
Pola ことになる adalah grammar N3 penting untuk menyatakan keputusan eksternal dan konsekuensi logis. Kunci penggunaannya adalah membedakan sumber keputusan, memahami bentuk ことになっている, serta memilih terjemahan alami sesuai konteks.
Lihat daftar lengkap Tata Bahasa JLPT N3.