Pengantar

Pola ~をおして dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang tetap melakukan tindakan meskipun ada hambatan nyata, tentangan, atau kondisi yang seharusnya membuat tindakan itu ditunda. Nuansanya adalah “mendorong rintangan ke samping lalu tetap maju.”

Dalam bahasa Indonesia, pola ini bisa diterjemahkan sebagai “walaupun,” “meski memaksakan diri,” atau “dengan menembus/menepis keberatan.” Di konteks formal, pola ini sering memberi kesan tekad kuat.

Pada JLPT N1, pola ini penting karena sering muncul pada kalimat yang menilai keberanian, kenekatan, atau dedikasi. Tanpa memahami nuansa tersebut, pembelajar mudah menukar pola ini dengan konjungsi biasa.

Untuk membedakan maknanya, bandingkan juga dengan ~をよそに, ~にもかかわらず, dan ~ながらも yang sama-sama menunjukkan kontras, tetapi fokus pragmatisnya berbeda.

Rumus Pembentukan

Bentuk dasar:

  • N + をおして

Nomina yang sering dipakai sebelum pola:

  • 反対(はんたい) (tentangan)
  • 病気(びょうき) (sakit)
  • 無理(むり) (hal yang berat/tidak wajar)
  • 風雨(ふうう) (angin dan hujan)

Makna dan Nuansa Inti

Inti maknanya adalah tindakan yang tetap dilaksanakan meski ada faktor penghalang. Karena itu, pola ini tidak netral murni; ada rasa dorongan kehendak di dalamnya.

Pada beberapa konteks, nuansanya positif, misalnya dedikasi tinggi atau komitmen kuat. Namun pada konteks lain, pola ini bisa terasa negatif jika tindakan dianggap berlebihan atau berisiko.

Pola ini juga sering dipakai sebagai bentuk kerendahan hati saat meminta bantuan: 無理をおして. Penutur mengakui bahwa permintaannya memberatkan pihak lain.

Ilustrasi Kontekstual

Konteks A:

Kalimat:

Konteks B:

Kalimat:

Konteks C:

Kalimat:

Rangkaian ini menegaskan unsur “menembus hambatan” yang tidak selalu dimiliki pola kontras biasa.

Perbandingan dengan Pola Mirip

~にもかかわらず menyatakan pertentangan secara netral. ~をおして lebih menonjolkan unsur “memaksakan pelaksanaan.”

~ながらも menunjukkan kontras keadaan, tetapi tidak selalu mengandung ide menembus hambatan aktif. ~をおして lebih dinamis dan berorientasi tindakan.

~をよそに berarti mengabaikan pihak lain, sedangkan ~をおして berfokus pada mendorong hambatan atau keadaan sulit demi bertindak.

Kesalahan Umum (Pitfall)

Kesalahan pertama adalah memakainya pada konteks tanpa hambatan jelas. Jika tidak ada faktor penghalang, pola ini kehilangan fungsi inti.

Kesalahan kedua adalah menerjemahkan sebagai “meskipun” biasa tanpa nuansa usaha menembus rintangan. Padahal justru itu poin utamanya.

Kesalahan ketiga adalah memakai pola ini untuk tindakan santai yang tidak butuh tekad. Hasilnya kalimat terasa terlalu berat.

Kesalahan keempat adalah tidak membedakan dengan ~をよそに yang sama-sama bisa berhubungan dengan “mengabaikan.” Fokus semantis keduanya berbeda.

Strategi Penggunaan Pola

Saat menjawab soal, cari apakah ada kata penghalang konkret sebelum pola. Jika ada hambatan lalu tetap ada tindakan aktif, ~をおして sangat mungkin benar.

Periksa juga nada kalimat: apakah mengandung tekad, pengorbanan, atau keberanian. Nada seperti itu biasanya cocok dengan pola ini.

Untuk latihan, buat pasangan kalimat “hambatan + tindakan tetap dilakukan.” Dengan kerangka ini, kamu akan lebih cepat mengenali pola saat ujian.

Contoh Kalimat Tambahan

Oya no hantai o oshite, kare to kekkon shita.
Ia menikah dengannya dengan menembus tentangan orang tua.
Byouki o oshite, butai ni tatta.
Walaupun sedang sakit, dia tetap tampil di panggung.
Muri o oshite onegai ni agarimashita.
Saya datang memohon dengan memaksakan keadaan yang sebenarnya berat.
Taifuu o oshite, chousatai wa shuppatsu shita.
Tim investigasi berangkat dengan menerobos badai topan.
Tabou o oshite, kaigi ni sanka shite kureta.
Dia menyempatkan diri hadir rapat meski sangat sibuk.

Catatan Pemakaian Lanjutan

Di lingkungan profesional, pola ini sering dipakai untuk menunjukkan penghargaan atas usaha pihak lain yang datang meski terhalang jadwal atau kondisi. Efeknya sopan sekaligus apresiatif.

Dalam tulisan naratif, pola ini efektif untuk membangun ketegangan karena menandakan keputusan melawan hambatan. Dengan satu frasa, pembaca langsung merasakan bobot tindakan tokoh.

Aplikasi Pola dalam Konteks

Di dunia kesehatan, pola ini bisa menggambarkan pasien atau tenaga medis yang tetap bertindak di kondisi berat. Di manajemen proyek, pola ini muncul saat tim harus bergerak walau tekanan tinggi.

Dalam relasi sosial, pemakaian 無理をおして sering membantu melunakkan permintaan karena penutur mengakui beban yang ditanggung lawan bicara.

Catatan Ujian JLPT

Pada soal N1, pola ini sering muncul berdampingan dengan pola kontras lain. Pembeda utama: ~をおして menuntut adanya hambatan nyata plus aksi yang tetap dijalankan.

Jika kalimat hanya menunjukkan kontras tanpa unsur “mendorong hambatan,” kemungkinan pola lain lebih sesuai.

FAQ

Apa itu pola ~をおして (O oshite)?

Pola ini menyatakan tindakan yang tetap dilakukan dengan menembus hambatan atau tentangan yang ada.

Apa bedanya dengan ~にもかかわらず?

~にもかかわらず cenderung netral, sedangkan ~をおして menekankan unsur dorongan tindakan yang aktif.

Apa bedanya dengan ~をよそに?

~をよそに berfokus pada mengabaikan sekitar, sementara ~をおして berfokus pada menerobos rintangan.

Dalam konteks apa pola ini sering muncul?

Sering muncul pada kalimat tentang dedikasi, keberanian, atau keputusan yang tetap dijalankan meski ada halangan.

Bagaimana strategi memilih pola ini di JLPT N1?

Cari kalimat yang jelas memuat hambatan konkret lalu diikuti tindakan aktif yang tetap dijalankan.

Contoh Kalimat

Akutenkou o oshite, chousatai wa shuppatsu shita.
Tim investigasi berangkat dengan menerobos cuaca buruk.
Muri o oshite, kaigi ni sanka shite kureta.
Ia hadir rapat dengan memaksakan keadaan yang berat.
Hantai o oshite, atarashii seido o dounyuu shita.
Mereka tetap menerapkan sistem baru meski ada penolakan.

Ringkasan

~をおして mengekspresikan tindakan yang tetap dilakukan dengan menembus rintangan atau tentangan. Kuasai nuansa tekadnya agar kamu bisa membedakannya dari pola kontras netral dan menjawab soal N1 dengan lebih presisi.

Untuk pendalaman, biasakan menilai apakah hambatannya bersifat fisik, sosial, atau psikologis, karena tiap jenis hambatan dapat mengubah warna emosi kalimat. Saat hambatannya sosial seperti tentangan keluarga, nuansanya sering dramatis; saat hambatannya jadwal, nuansanya lebih apresiatif.

Latihan efektif lainnya adalah mengubah kalimat ~にもかかわらず menjadi ~をおして hanya jika ada unsur tindakan aktif yang “mendorong rintangan.” Jika tidak ada dorongan aktif, pertahankan pola netral agar makna tetap akurat.


Lihat daftar lengkap Tata Bahasa JLPT N1.