Pengantar

Pola ~ならいざしらず dipakai untuk membandingkan dua kasus. Kasus pertama dianggap “masih mungkin dimaklumi”, tetapi kasus utama yang sedang dibahas justru dinilai tidak wajar.

Dalam Bahasa Indonesia, nuansanya mirip: “kalau A sih mungkin lain cerita, tapi kalau B…”. Pola ini sangat berguna untuk menyampaikan batas kewajaran secara jelas.

Untuk memperjelas fungsi kontrasnya, bandingkan juga dengan ~はおろか, ~ものを, dan ~ながらも karena ketiganya menilai dua kondisi tetapi dengan strategi retoris berbeda.

Rumus Pembentukan

  • Kata benda + ならいざしらず

Contoh pola:

  • 初心者(しょしんしゃ) ならいざしらず
  • () どもならいざしらず
  • 一度(いちど) ならいざしらず

Penjelasan Detail & Nuansa

1. Pola Kontras Dua Kasus

Bagian sebelum pola adalah kasus pembanding yang “mungkin bisa dimengerti”. Bagian sesudahnya menunjukkan kasus utama yang ditolak.

2. Menetapkan Standar Kewajaran

Penutur sedang menilai: sampai batas mana sesuatu bisa diterima.

3. Cocok untuk Kritik Rasional

Pola ini terdengar argumentatif, sehingga efektif untuk opini dan pembahasan formal.

4. Perbedaan dengan はともかく

はともかく cenderung netral sebagai pemisahan topik.
ならいざしらず membawa penilaian yang lebih jelas: “yang ini tidak bisa disamakan.”

5. Register

Sering muncul dalam esai, komentar kebijakan, dan diskusi bernuansa evaluatif.

6. Ilustrasi Kontekstual

Berikut tiga ilustrasi “A masih bisa dimaklumi, B tidak”.

Konteks A:

Konteks B:

Konteks C:

Dialog Ilustratif (Kaiwa)

Batas Kewajaran dalam Kerja 💼
Dua rekan membahas budaya lembur di kantor.
A
Hanbouki nara iza shirazu, maishuu shinya made zangyou suru no wa ijou desu.
Kalau musim sibuk mungkin lain cerita, tapi kalau tiap minggu lembur sampai larut itu tidak normal.
B
Ichijiteki na taiou nara iza shirazu, koujouka shite iru no ga mondai desu ne.
Kalau penanganan sementara mungkin masih bisa, tapi yang jadi masalah ini sudah jadi kebiasaan.
A
Dakara koso, seido kaizen ga hitsuyou desu.
Karena itu, perbaikan sistem memang diperlukan.

Contoh Kalimat Tambahan

Kodomo nara iza shirazu, otona ga yakusoku o mamoranai no wa komaru.
Kalau anak kecil mungkin bisa dimaklumi, tapi kalau orang dewasa tidak menepati janji itu masalah.
Ichido no shippai nara iza shirazu, onaji ayamari o kurikaesu no wa kaizen ga hitsuyou da.
Kalau satu kali gagal mungkin bisa dimengerti, tapi kalau kesalahan yang sama berulang berarti perlu perbaikan.
Shoshinsha nara iza shirazu, keikensha ga kihon o keishi suru no wa kiken da.
Kalau pemula mungkin lain cerita, tapi kalau orang berpengalaman meremehkan dasar itu berbahaya.
Kinkyuuji nara iza shirazu, tsuujou gyoumu de sono tejun wa mitomerarenai.
Kalau keadaan darurat mungkin masih bisa, tapi untuk operasi normal prosedur itu tidak dapat diterima.
Tanki no futan nara iza shirazu, chouki ni wataru kajuu roudou wa sakeru beki da.
Kalau beban jangka pendek mungkin bisa, tapi kerja berlebihan jangka panjang harus dihindari.
Joudan nara iza shirazu, koushiki no ba de sono hyougen wa tekisetsu dewa nai.
Kalau bercanda mungkin masih bisa, tapi di forum resmi ungkapan itu tidak tepat.
Shiken chokuzen nara iza shirazu, fudan kara suimin o kezuru no wa kouritsu ga warui.
Kalau tepat sebelum ujian mungkin lain cerita, tapi kalau setiap hari mengurangi tidur itu tidak efisien.
Shinjin nara iza shirazu, kanrishoku ga hourensou o okotaru no wa soshiki ni akueikyou o ataeru.
Kalau karyawan baru mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau manajer lalai komunikasi dasar itu berdampak buruk bagi organisasi.

Catatan Evaluasi Umum

  1. Lupa membuat kontras dua kasus. Pola ini harus punya “kasus pembanding” dan “kasus utama”. Jika hanya satu kasus, nuansanya hilang.

  2. Menaruh unsur evaluasi terlalu lemah. ならいざしらず dipakai saat penutur ingin menegaskan batas kewajaran.

  3. Menyamakan dengan はともかく. はともかく lebih netral, sementara ならいざしらず lebih menilai dan cenderung kritis.

Perbandingan Pola Serupa

PolaNuansaContoh
~ならいざしらずKalau A bisa dimaklumi, tapi B tidak() どもならいざしらず
~はともかくA dulu, B yang dibahas結果(けっか) はともかく
~は別としてA dikesampingkan sementara費用(ひよう) (べつ) として

Kesalahan Umum (Pitfall)

  • Tidak menghadirkan dua kasus yang jelas.
  • Menjadikan kasus B lebih ringan dari A sehingga logika kontras rusak.
  • Memakai pola ini tanpa unsur evaluasi kewajaran.
  • Menukar fungsi dengan ~はともかく yang lebih netral topikal.

Detail Tata Bahasa Lanjutan

Pada pola Aならいざしらず、B, unsur A berfungsi sebagai titik toleransi minimum, sedangkan B adalah kasus yang ditolak. Karena itu, urutan logika tidak boleh dibalik. Jika B justru lebih ringan daripada A, kalimat akan terdengar tidak konsisten.

Pola ini juga sering muncul bersama penilaian normatif seperti (ゆる) されない, 理解(りかい) できない, atau 問題(もんだい) だ. Kombinasi ini menegaskan sikap pembicara bahwa kasus utama sudah melewati batas kewajaran yang bisa diterima.

Catatan Tambahan Penggunaan

Dalam konteks profesional, pola ini efektif untuk menyampaikan kritik tanpa perlu meninggikan suara. Struktur kalimatnya sendiri sudah menunjukkan posisi evaluatif yang tegas.

Namun, karena bernada menilai, gunakan seperlunya di komunikasi langsung. Dalam email resmi, padukan dengan alasan objektif agar kritik tetap konstruktif.

FAQ

Apa itu pola ~ならいざしらず (Nara iza shirazu)?

Pola ini dipakai untuk membandingkan dua kasus: kasus pertama masih bisa dimaklumi, sedangkan kasus utama dinilai tidak wajar.

Apa bedanya dengan ~はともかく?

~はともかく cenderung netral untuk memisahkan topik, sedangkan ~ならいざしらず membawa penilaian batas kewajaran.

Kapan pola ini paling cocok digunakan?

Saat ingin menyampaikan kritik rasional terhadap kasus yang dianggap melampaui batas.

Apakah pola ini cocok untuk percakapan santai?

Bisa, tetapi nuansa menilainya cukup kuat sehingga lebih sering dipakai di konteks semi-formal atau formal.

Bagaimana mengenali pola ini pada soal JLPT N1?

Cari struktur dua kasus dengan arah “A masih mungkin, B tidak dapat diterima”.

Contoh Kalimat

Shikou dankai nara iza shirazu, honban de sono taisei wa kiken da.
Kalau masih tahap uji coba mungkin bisa, tapi untuk produksi nyata itu berbahaya.
Gakusei nara iza shirazu, shakaijin de renraku o okotaru no wa shinyou o ushinau.
Kalau mahasiswa mungkin masih bisa dimaklumi, tapi sebagai profesional kelalaian komunikasi merusak kepercayaan.
Tankiteki na chien nara iza shirazu, koujouka shita okure wa kaizen ga hitsuyou da.
Kalau keterlambatan sesekali mungkin masih bisa, tapi kalau sudah menjadi pola tetap harus diperbaiki.

Kesimpulan

Pola ~ならいざしらず adalah alat penting untuk menyatakan “yang ini masih mungkin, tetapi yang itu tidak.” Dengan memahami fungsi kontras dan batas kewajaran, Anda bisa menulis argumen N1 yang lebih tajam dan rapi.


Lihat daftar lengkap Tata Bahasa JLPT N1.